Deru angin mendingin
Degup langkah terengah
Menengadah pada bunga jengah
Tersenyum simpu, lugu
Dalam termangu
Manis tersemburat tampak merekah
Merajai dunia dalam sehari
Meriasi putih awan ragawi
Pada merah padam yang ternodai
Bibirmu palsu
Merahmu palsu
Ciumanmu palsu
Manismu palsu
Hatimu lebih palsu
Kulitmu palsu
Putihmu palsu
Rabaanmu palsu
Sentuhanmu palsu
Hatimu lebih palsu
Apa yang kau reguk pagi itu
Hingga semua milikmu hanya sebongkah batu bisu
Bagaimana kau selimuti kepalsuanmu, padahal dulu Kau …
Berkata kepadaku ;
Aku sayang kamu
Yang ku rindu hanyakamu
Aku mencintaimu
Di hatiku hanya kamu
Aakh …
Bukankah yang berkata itu bibir palsumu
Yang kau poles dengan gincu merah dusta semu
Sambil kau ciumi kata manismu
Kau balut janji putih palsu
Agar bisa kau raba hati indahku
Tuk sekedar cicipi sentuhan kasihku
Aakh …
Hatimu memang palsu
Kerinduan menyongsong
Senyum kosong
Bohong !!!
17 Juli 2005
Kecewa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar