Tanah diujung Sabang
Telah Kehilangan riuhnya, siang itu
Dalam kebrutalan sebuah riak raya
Merampas kemerdekaan ribuan manusia
Bergegas melahirkan revolusi alam
Tak ada perang dalam dentuman meriam
Tak terdengar pula bunyi rentetan senapan
Meletup diantara seragam kebesaran
Hanya gemuruh menggulung dan menggunung
Senjata asli buatan tangan agung
Sampah manusia mengisi tanah gersang
Berbaur dalam kelam
Ribuan istri tercecer dari tangan suami
Ribuan suami terserak melewati sebagian negeri
Anak-anak terdampar di rumah tetangga desa
Tenggelam menemani harta dunia
Sisakan isak tangis dan nestapa
Sirnakan separuh generasi
Dalam permainan pengurangan populasi
Tuk jernihkan kembali wajah bumi
26 Desember 2005
Tsunami NAD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar