My Picture

My Picture
Sillent

Selasa, 15 September 2015

Entah


Dunia Ini Makin Menunjukkan Taringnya
Alam Raya Ini Pun Ikut Latah Menunjukkan Tajinya

Entah Seberapa Kuat Lagi Jiwaku Mampu Bergumul Dengan Tawa
Entah Kapan Lagi Ragaku Mampu Bermain Di Atas Panggung Para Dewa

Desing Peluru Dunia Melibas Setiap Gerak Jiwa dan Asa
Bising Gempita Pun Melumat Segenap Raga






Entah Seberapa Besar dan Lapang Lagi Punggung Ini Akan Tetap Berjaya

Entah Kapan Lagi Kaki dan Bahu Ini Sanggup Menopang Cita

Entah Hanya Doa dan Ikhtiar Yang Mampuku Usahakan
Entah Hanya Tenaga dan Pikiran Yang Mampu Ku Persembahkan 
Entah Hanya Cita dan Cinta Yang Masih Selalu Ku Gaungkan



Selasa, 05 Mei 2015

Masih, Saja ...

Aku Masih Saja Melihat Bayangmu
Dalam Redup Mata
Dalam Hela Asa

Menjuntai Dalam Asa
Mendiami Jiwa

Aku Masih Merasa
Dalam Asa Berdiam Cinta
Reguk Dunia Oleh Mata
Mendiami Jiwa

Aku Masih Saja Melihat Hadirmu
Dalam Terangnya Dunia
Meski Hanya Di Balik Jendela

Aku Masih Merasa
Aku Masih Ada
Aku Masih Cinta

Aku Masih Saja, Merasa
Dalam Redup Mata Melihatmu Di Dunia
Aku Masih Saja, Ada
Saat Menghela Asa Dari Balik Jendela
Aku Masih Saja, Cinta
Dalam Terangnya Dunia

Aku Masih Merasa Ada Cinta

Kamis, 30 April 2015

BENTENG CINTA




Ibu ….
Engkau Tak Pernah Menyerah Tuk Tunjukkan Arah
Ketika Aku Mulai Belajar Melangkah,
Engkau Susun Sejuta Naskah Indah

Agar Aku Pahami Liku Hidup Yang Kadang Membuatku Jengah.

Bapak ….
Engkau Tuntun Aku Dalam Setiap Desah
Ketika Hati Tersesat Dalam Gelisah,
Engkau Dukung Aku Dalam Tiap Langkah
Ketika Langkahku Mulai Goyah

Ibu ….
Bapak ….
Kalian Buat Bibirmu Basah Oleh Ribuan Doa Di Atas Hamparan Sajadah,
Agar Aku Mampu Rengkuh Mimpi Terindah...
Kalian Setia Menjadi Pelita Ketika Aku Terlelap Dalam Gulita,
Kalian Adalah Khasanah Pustaka
Yang Membukakan Mata Sebelum Aku Mengenal Dunia.


Ibu ….
Engkau Tunjukkan Padaku Rahasia NIRWANA Dalam Beningnya Cerita Dari Surga.

Bapak ….
Engkau Mmberiku Sejuta Cinta Kala Aku Terserak Bersama LUKA.

Ibu ….
Bapak ….
Dekap Aku Dengan Indahnya Doa
Rengkuh Aku Dengan Ribuan Kecupan Cinta
Saat Kaki Kecil Anakmu Belajar Melangkah, Coba Ukir Cita-cita....
Restumu Adalah Senjataku Tuk Taklukkan Dunia
Love U So Ibu, Love U So Bapak

Minggu, 29 Maret 2015

WARNAMU ADALAH WARNAKU

Lelahku Adalah Lelahmu Jua
Kantukmu Adalah Kantukku Jua
Namun Resahku Jangan Kau Jadikan Resahmu

Rasaku Adalah Rasamu Jua
Ceritamu Adalah Ceritaku Jua
Namun Penatku Jangan Kau Jadikan Penatmu


Hadirmu Adalah Peluntur Rinduku
Keberadaanku Jadikan Penopang Semangatmu
Namun Tak Perlu Kau Ragukan Cintaku
Tak Guna Ku Jika Tempatmu Tak Di Sisiku
Di Hatiku

Tempatku Melihat Adalah Matamu
Tempatku Mendengar Adalah Telingamu 
Tempatku Bicara Adalah Bibirmu
Tempatku Merasa Adalah Hatimu
Tempatku Berpikir Adalah Akalmu
Namun....
Jadikanlah Mataku Menjadi Cakrawala Buatmu
Jadikanlah Telingaku Menjadi Jendela Buatmu
Jadikanlah Bibirku Menjadi Lautan Buatmu
Jadikanlah Akalku Menjadi Dunia Buatmu


Bersamamu, Aku Mampu
Bersamaku, Kau Menuju 


Kamis, 26 Maret 2015

GEMERINCING HATI

Saat Kaki Kecilmu Mulai Menua
Terbelahlah Seisi Dunia, Saat Itu Aku Mengalun Dalam Fana
Sembari Menciumi Wangimu Yang Kini Mencemari
Menjalar, Menggerayap, Mendiami Hati
Kala itu Aku Pun Menyanyi Bersama Sepi 


Saat Tangan Mungilmu Mulai Kisut
Bumi Pun Mulai Menyusut, dan Saat Itu Aku Pun Tak Mampu Beringsut
Meski Hanya Sejumput
Tinggalkan Jejak Dalam Hempasan Hijaunya Rerumput

Kala Rona Merah Pipimu Diiringi Keriput
Terbujur Kaku Gincu dan Baju Dalam Lemari Kayu
Mendongak Diam Tanpa Ragu
Menyapa Langit-langit Malam Beranyam Sembilu

Kala Gerai Mahkotamu Telah Berhias Benang Sutra Ungu
Tersisa Linu Dalam Tulangmu Yang Terbungkus Cerita-cerita Lalu
Coba Memberikan Selimut Pada Anak dan Cucu-cucu
Berbalut Doa dan Mantra Warisan Para Pendahulu

Bayangan Itu Kini Menggerayangi
Mengisi Hati dan Alam Fana Dalam Debur Mimpi
Mimpi Yang Tampak Nyata Oleh Mata
Bayangan Nan Terpampang Indah Dalam Cerita Buaian Bunda
Menua, Kisut dan Keriput
Menanamkan Sutra Pada Mahkota, Berdendang Dalam Doa
Mengharap Ini Menjadi Fatamorgana
Berlalu Tanpa Makna