Pintu-pintu tua terbuka hari ini
Menjauhkan diri pada kebinasaan
Penuh coreng moreng olok
Ditendang caci maki
Gantung perut kemauan
Tak berharga tuk didengar
Dari negeri yang merontokkan tulang
Hormati mereka yang diciumi kakinya
Binasakan nafas kelegaan
Mencinta pohon baru
Kokohkan tunas muda mereda
Ditanam di atas gurun perubahan
Yang tinggal pekik kesadaran
Pada ilmu kekuasaan
22 Februari 2005
Teriakan pembaharu, LDK Guci
Tidak ada komentar:
Posting Komentar