Dingin mencakar kabut pagi
Mencabik untaian buih putih dipuncak dahan
Meraba udara disela nafas mereda
Menyegarkan mata kala sinar keemasan menyapa
Ufuk timur yang berkaca-kaca
Merenda araka-arakan awan
Menyeret selendang warna-warni diantara pecahan air langit yang tertinggal
Diterawang jaring laba-laba angkasa
Menjaring sketsa merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu,
Juga nila
Menguntit sang bayu membelah nirwana
Ruang bebas tanpa batas
Memanjat tangga kerajaan cakrawala
Dalam disain simfoni sempurna
Elegi pagi yang mencerahkan hari
Membuka senyum menghampar hati
Menunggu bidadari menuruni bumi
Mengantar ke tengah sendang tempat mereka biasa mandi
Melengkung panjang menuruni punggung merapi
Sembari mendendangkan nyayian selamat pagi
23 Maret 2005
Jalan-jalan pagi di PAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar