Tak Ada Yang Mampu Berdiri Di Sisiku
Tak Seperti Badai Kemarin Itu
Yang Begitu Kokoh Menemaniku
Berdesakan dalam kerumunan kalbu
Tak Ada Yang Bisa Mengiringi Langkahku
Tak Seperti Kemarau Yang Dulu Itu
Sangat Setia Mendampingi Seraya Menguntai Senyum Sipu
Tak Ada Yang Sanggup Merangkul Pundakku
Tak Seperti Tsunami Tempo Hari
Sangat Lekat Bergelayut Begitu Dekat dan Hangat
Hampir Tak Ada Jarak
Seluruh Jiwa Terbakar Bersama Asa
Kemudian Tinggal Mengulum Debu Cita-cita
Meninggalkan Cerita dalam Perih Di Setiap Doa
Membiarkan Kepingan Hati Terburai
Pada Tepian Bibir Pantai
Terombang-ambing dan Kadang Terdampar
Lalu Hilang DiTelan Ombak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar